Saturday, January 7, 2012

RINTIHAN SEORANG MUSLIM

Assalamualaikumwarahmatullahhiwabarakatuh . Pertama sekali , syukur ke hadrat Allah s.w.t yang masih memberi kita peluang di atas muka bumi ini untuk hidup sebagai khalifah yang dipertanggungjawabkan untuk menegakkan agama Islam di atas bumi ini . Selawat serta salam ke atas junjungan Nabi Muhammad S.A.W , Ahlul Bait , para Sahabah . Tidak lupa juga kepada para para Alim Ulama' , Mujahidin dan fisabilillah yang masih hidup mahupun yang sudah meninggalkan kita . Seperti mana yang kita tahu , dunia ini lambat laun akan tamat tempoh atau erti kata lain akan mencapai hari kehancuran / kemusnahan . Manusia pada hari ini hidup di dalam era Akhir Zaman . Tujuan saya menulis post kali ini , ingin berkongsi dengan saudara/saudari sekalian pandangan saya kepada dunia pada hari ini . Alhamdulillah , segala puji bagi Allah yang telah tunjukkan saya jalan yang lurus , malah sehingga ke saat ini saya masih terpikir apakah nasib saya di akhirat kelak ? Saya seorang Dhaif , sangat sangat dhaif . Tetapi saya cintakan Allah dan Rasul , dalam keadaan ini saya berusaha dan terus berusaha untuk mencarik ilmu Fardhu Ain mahupun Fardhu Kifayah , kerana Nabi sendiri bersabda dalam sebuah hadis yang berbunyi "Orang yang tidak tahu tentang agama adalah orang yang jahil" . Ditafsirkan oleh ulama' bahawa hadis ini menunjukkan bahawa Ilmu Agama itu tersangat-sangat penting , kerana orang yang tidak berilmu terdiri daripada kalangan orang yang sangat rugi . Firman Allah taala " tidak aku jadikan manusia dan jin melainkan untuk mereka menyambah kepadaKU " malah ayat ini juga jelas menunjukkan , hidup kita didunia ini semata mata adalah untuk mencarik bekalan ilmu , bekalan takwa , bekalan iman untuk hari akhirat hari penentu samaada kita ke syurga atau sebaliknya ke neraka Nauzubillah min zaliq . Namun saya pelik melihat keadaan dunia pada hari ini , terutamanya saudara seIslam saya yang mana mereka seolah olah tidak takut malah seperti mencabar kekuasaan Allah taala , mengapakah mereka lalai ? dan kenapa mereka tidak berpegang TEGUH kepada ajaran Al Quran ? mengapa mereka mengabaikan suruhan Nabi Muhammad S.A.W ? adakah mereka sudah cukup kuat untuk menandingi Neraka nanti ? Subhanallah , tunjukkan lah mereka jalan yang lurus . Kerana saya sendiri takut akan azab Allah taala . Apakah mereka tidak mengambil iktibar dari pada kisah Israk Mikraj ketika Nabi Muhammad S.A.W sendiri melihat isi neraka ? Sekiranya mereka sendiri yang melihat neraka itu , nescaya takut lah hati meraka dan tunduk serta beriman kepada Allah taala . Tapi mengapa ? bukan kah Allah itu maha penyayang , Dia memberi kesenangan dalam hidup kita , malah diturunkan kepada kita seorang Nabi yang mulia yakni Muhammad S.A.W beserta mukizat terbesar baginda iaitu Al Quranul Karim . Malah di dalam Al Quran itu menceritakan segala galanya tentang isi neraka , azab siksa neraka , tetapi segelintir manusia tidak mahu beriman dengan ayat ini .

AKU SEORANG YANG DHAIF , TETAPI AKU DAHAGAKAN ILMU , UNTUK MENCAPAI KEBAHAGIAAN DI AKHIRAT KELAK .

Friday, September 10, 2010

Selamat menyambut hari raya aidilfitri , 1429 hijriah .

1 syawal 1429 hijriah , selamat menyambut hari raya aidilfitri , :) . Hari raya aidilfitri di sambut oleh umat islam sebagai tanda kemenangan selepas berpuasa sebulan di bulan ramadhan . Perayaan ini , selalunya di meriahkan dgn juadah makanan , seperti rendang , ketupat , lemang , kuah kacang dan sebagainya . Pada hari raya aidilfitri juga umat islam saling bermaaf-maafan antara satu sama lain , dengan cara ini ianya merapatkan hubungan silaturrahim antara keluarga , jiran tertangga , dan sebagainya .

Tuesday, July 20, 2010

Surah Al-Jinn

Alhamdulillah .
pada hari ini , saya sudah menghafal Surah Al-Jinn dari 1-10 .
Di dalam ayat 1 hingga 10 surah ini adalah ayat ruqyah .
Ruqyah adalah satu rawatan jika terkena gangguan jin , sihir , atau buatan orang .
Surah Al Jin ini adalah salah satu dari Ayat rawatan Ruqyah selain dr Surah Al-fatihah , Surah Al-Baqarah , Surah Ali Imran , Surah Yunus , Surah An-Nisa' , Surah Anfaal , Surah Ahqaf , Surah Al-Mukminun , Surah Ibrahim , Surah Al-A'raf , Surah Thaha , Surah Isra' , Surah Furqan , Surah Al-Anbiya ' , Surah Saba , dan sebagainya .
samalah-samalah kita memanfaatkan Ayat dari kitab suci Allah .
ayat ini boleh digunakan dalam solat , seperti mana yang saya lakukan pada 3 hari lepas di aktivti perkhemahan anjuran sekolah .
Alhamdulillah . saya lakukan dengan baik . :)


Semoga Allah mengurniakan kita pemahaman Al-Quran , dan menguatkan hati kita
untuk mengamalkan ape yang terkandung di dalamnya , sesuai dengan kaedah yang diajarkan oleh Nabi Muhammad S.A.W dan orang orang solat terdahulu . Sesungguhnya Allah adalah sebaik - baik tempat meminta .


Surah Al-Jinn (Arab: الجنّ ,"Jin") adalah surah ke-72 dalam al-Qur'an. Surah ini tergolong surah Makkiyah dan terdiri atas 28 ayat. Dinamakan "al-Jinn" yang berarti "Jin" diambil dari kata "al-Jinn" yang terdapat pada ayat pertama surah ini. Pada ayat tersebut dan ayat-ayat berikutnya diterangkan bahwa Jin sebagai makhluk halus telah mendengar pembacaan al-Qur'an dan mereka mengikuti ajaran al-Qur'an tersebut.

Isi-isi surah
Pengetahuan tentang jin diperoleh Nabi Muhammad dengan jalan wahyu
Pernyataan iman segolongan jin kepada Allah
Jin ada yang beriman namun ada pula yang kafir
Janji Allah kepada jin dan manusia untuk melimpahkan rezeki-Nya kalau mereka mengikuti jalan yang lurus
Janji perlindungan Allah terhadap Nabi Muhammad dan wahyu yang dibawanya.

Saturday, May 15, 2010

MEBONGKAR KESESATAN AHMADIYYAH

ARTIKEL INI DIPETIK DARI BLOG DAR INDONESIA , HARAP IANYA MENJADI PEDOMAN PADA KITA ,
SEMOGA ALLAH MEMBERI HIDAYAT KEPADA MEREKA YG TELAH MELENCONG DR JALAN YG BENAR .




Sehari pasca penyerbuan terhadap Pusat Jemaat Ahmadiyah di Parung,
Bogor, 15 Juli lalu, Johan Effendi mantan petinggi Depag yang juga anggota
resmi Ahmadiyah, mengadakan jumpa pers di PBNU. Jumpa pers yang diliput
oleh sebagian besar media teve itu, antara lain dihadiri oleh Dawam
Rahardjo, Ulil, Musdah Mulia, dan sebagainya.

Dawam Rahardjo petinggi ormas Muhamamdiyah era Amien Rais dan Syafii
Maarif, tampil bak pahlawan kesiangan membela Ahmadiyah.

Kalimat-kalimat yang meluncur dari mulutnya, tidak saja menggelontorkan
pembelaan terhadap Ahmadiyah dengan alasan hak asasi manusia, tetapi
juga ia mengeluarkan pernyataan yang sangat kampungan, yaitu ?? kalau
ada gerakan anti Islam, maka saya akan ikut?,? sebagaimana bisa dilihat
dari berbagai tayangan media televisi yang menayangkan jumpa pers
tersebut.

Selama ini Dawam dijuluki sebagai tokoh Islam, petinggi Muhammadiyah, dan
petinggi ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia).

Bagaimana mungkin seseorang yang berlabel sangat Islam itu bisa
menyatakan akan ikut gerakan anti Islam? Ini menunjukkan bahwa selama ini
ia cuma cari makan melalui Islam.

Mengapa Dawam begitu gigih tampil sebagai pembela Ahmadiyah.
Pengalaman Hartono Ahmad Jaiz penulis buku Aliran dan Paham Sesat di
Indonesia dapat menjelaskan hal ini.

Ketika saya bersama Haryadi (mantan anggota Jemaat Ahmadiyah), Farid
Okbah (Dai dari Al-Irsyad), dan Abu Yazid (dari Persis) masuk ke kampus
Mubarok Parung Bogor saat Thahir Ahmad ada di sana, dengan maksud ingin
bertamu mengunjungi salah seorang teman Ahmad Haryadi, kami justru
ditangkap. Ketika pihak keamanan Ahmadiyah sedang mengusut teman-
teman saya yang bertamu tapi ditangkap ini, saya
berbincang-bincang dengan sebagian dari mereka. Ketika itu, saya tanyakan,
kenapa Dawam Rahardjo datang ke London mengundang Thahir Ahmad ke
Indonesia?

Dijawab, karena Ahmadiyah membiayai Dawam Rahardjo.?

Pantaslah, di saat ada desakan dari umat Islam sekitar kampus Mubarok
Pusat Ahmadiyah agar Ahmadiyah dan kampusnya dibubarkan, maka Dawam
Rahardjo menjadi pahlawan? kesiangan. Dawam mengecam MUI, FPI, dan
LPPI. Masih kurang puas, Dawam pun menulis di Koran Indo Pos, berjudul
Teror Terhadap Ahmadiyah.Dawam tampak gusar, dengan dalih HAM (Hak
asasi manusia) maka dia tudingkan telunjuknya yang sudah menua renta itu
dengan berteriak bahwa FPI (Front Pembela Islam) dan LPPI (Lembaga
Penelitian dan Pengkajian Islam) berada di balik teror itu.

Sebagaimana diketahui, setelah terjadi pengepungan massa umat Islam
terhadap Pusat Ahmadiyah di Kampus Mubarok di Parung Bogor Jawa Barat
ba?da Jum?at 15 Juli 2005 (8 Jumadil Akhir 1426 H), berakhir dengan
keputusan Pemda Bogor untuk menutup pusat aliran sesat Ahmadiyah itu,
dan orang-orang Ahmadiyah di dalamnya dievakuasi dengan 4 bus dan 4
truk polisi.

Munas ke-2 MUI tahun 1980 memfatwakan bahwa Ahmadiyah adalah di luar
Islam, sesat menyesatkan. Diperkuat pula oleh adanya surat edaran Dirjen
Bimas Islam dan Urusan haji Departemen Agama, agar ulama menjelaskan
sesatnya Ahmadiyah.

Ahmadiyah Qadian menyusup dan datang ke Indonesia sejak 1925 ?
sedangkan Ahmadiyah Lahore hadir empat tahun kemudian (1929) ?
semula digandeng oleh Muhammadiyah karena dianggap sebagai pembaharu.
Namun di tahun 1930-an Muhammadiyah baru menyadari bahwa Ahmadiyah itu
bukan pembaharu, maka Muhammadiyah pun tidak lagi menjadikan
Ahmadiyah sebagai kawan.

Meskipun sudah sejak tahun 1930 pimpinan Muhammadiyah melalui pidato
resminya menyatakan bahwa Ahmadiyah yang selama ini dijadikan teman
ternyata bukan teman, namun sampai tahun 2000 masih ada petinggi
Muhammadiyah, yaitu Dawam Rahardjo, yang mengatas-namakan
Muhammadiyah mengundang Thahir Ahmad (Khalifah IV Ahmadiyah di
London) untuk hadir ke Indonesia di masa Presiden Abdurrahman Wahid.

Kedatangan penerus nabi palsu yang diundang oleh orang yang juga
memalsu atas nama Muhammadiyah itu disambut pula oleh bekas Ketua
Muhammadiyah yang saat itu sedang menjabat sebagai Ketua MPR, Amien
Rais. Bahkan, Thahir Ahmad dan Amien Rais sempat berangkulan di Gedung
DPR/MPR. Sementara itu yang memalsu atas nama Muhammadiyah, Dawam
Rahardjo, mengalungkan bunga kepada penerus nabi palsu Thahir Ahmad di
Bandara Cengkareng. Semua itu kemudian disiarkan oleh media Ahmadiyah.

Peristiwa itu mengundang komentar seorang pakar dari Pakistan, Manzhur
Ahmad Chinioti Pakistani, penulis buku Keyakinan Al-Qadiani, yang dengan
sengaja hadir ke Indonesia dan berpidato di Masjid Al-Azhar Jakarta. Pakar
dari Pakistan ini memprotes keras, dan menuntut agar Dawam Rahardjo
diadukan ke pengadilan, karena telah mengatas-namakan Muhammadiyah,
mengundang penerus nabi palsu ke Indonesia.

Dalam hal membela aliran sesat Ahmadiyah ini, kalangan muda
Muhammadiyah pun tak mau ketinggalan kereta. Mereka tergopoh-gopoh
mengadakan konperensi pers di kantor Pusat Muhammadiyah untuk membela
Ahmadiyah. Sukidi, yang memang kadernya Dawam Rahardjo dan aktivis
JIMM (Jaringan Intelektual Muda Muhammadiyah), mengambil kesempatan
untuk membela Ahmadiyah.

Kematian yang Menjijikkan

Hartono Ahmad jaiz pernah bertanya kepada Dr. Hasan bin Mahmud Audah,
mantan orang kepercayaan Khalifah Ahmadiyah ke-4 Thahir Ahmad, yang
sudah kembali ke Islam. ?Apakah benar, nabinya orang Ahmadiyah, Mirza
Ghulam Ahmad yang lahir di India 15 Februari 1835 dan mati pada 26 Mei
1906, itu matinya di kakus (WC)??

Kemudian Dr. Hasan bin Mahmud Audah pun menjawab,?Ha?, ha?, haa?
itu tidak benar. Mirza Ghulam Ahmad tidak bisa ke WC. Dia meninggal di
tempat tidur. Tetapi berminggu-minggu sebelum matinya dia berak dan
kencing di situ. Jadi tempat tidurnya sangat kotor seperti WC. Karena
sakitnya itu, sampai-sampai dalam sehari dia kencing seratus kali. Makanya,
tanyakanlah kepada orang Ahmadiyah, maukah kamu mati seperti nabimu??

Dr Hasan bin Mahmud Audah adalah mantan Muballigh Ahmadiyah dulunya
dekat dengan Thahir Ahmad (Khalifah Ahmadiyah) yang mukim di London.
Pertanyaan di atas diajukan Hartono Ahmad Jaiz seusai berlangsungnya
Seminar Nasional tentang Kesesatan Ahmadiyah dan Bahayanya yang
diselenggarakan LPPI di Masjid Istiqlal Jakarta, Ahad 11 Agustus 2002.

Selain masalah kematiannya yang menjijikkan, Mirza Ghulam Ahmad menurut
Audah punya dua penyakit: jasmani dan akal. Sakit jasmaninya sudah jelas,
berminggu-minggu menjelang matinya tak bisa beranjak dari tempat tidur,
hingga kencing dan berak di tempat tidurnya.

Adapun sakit akalnya, Mirza Ghulam Ahmad mengaku menjadi Maryam, lalu
karena Allah meniupkan ruh kepadanya, maka lahirlah Nabi Isa. Dan yang
dimaksud dengan Nabi Isa itu tak lain adalah diri Mirza Ghulam Ahmad itu
sendiri. ?Apakah tidak sakit akal itu namanya,? ujar Dr Hasan Audah yang
dulunya mempercayai Mirza Ghulam Ahmad, sehingga sempat membeli
sertifikatkuburan surga di Rabwa.

Ahmadiyah Jago Berbohong

Tentang propaganda bohong, Ahmadiyah adalah jagonya. Hartono Ahmad
Jaiz menyampaikan pengalamannya: ?Propagandis Ahmadiyah di depan saya
dan 1200 hadirin di Masjid Al-Irsyad Purwokerto, April 2002, masih bisa
ngibul (berbohong) dengan mengatakan bahwa banyak raja-raja di Afrika
yang masuk ?Islam?, yaitu masuk Jemaat Ahmadiyah. Hingga seakan-akan
orang Ahmadiyah bangga dan berjasa kepada Islam karena bisa
?mengislamkan? raja-raja di Afrika.?

Ketika hal itu dikemukakan Hartono kepada Dr Hasan Audah, kontan mantan
petinggi Ahmadiyah ini kembali tertawa dan berkata: ?Itu bohong besar. Di
Afrika, kepala-kepala dusun (desa) memang disebut raja. Jadi hanya tingkat
kepala dusun, bukan berarti raja yang sebenarnya. Nah itulah yang dijadikan
propaganda. Ahmadiyah memang penuh kebohongan dan propaganda,?
tegasnya.

Kalau disimak, keterangan Dr Hasan Audah itu bisa dicocokkan dengan
aneka ajaran Ahmadiyah, bahkan slogan-slogannya. Kebohongan memang
ada di mana-mana. Di kitab sucinya, Tadzkirah, di sertifikat kuburan surga,
bahkan di spanduk-spanduknya pun penuh kebohongan.

Satu contoh kecil, spanduk yang dipasang di berbagai tempat dalam
lingkungan Al-Mubarok, sarang Ahmadiyah di Parung Bogor Jawa Barat,
waktu kedatangan Khalifah Ahmadiyah Thahir Ahmad, Juni-Juli 2000, masa
pemerintahan Gus Dur, adalah slogan Semua Dicintai, Tiada yang Dibenci.
Tetapi itu slogan bohong. Buktinya, ketika Ahmad Haryadi mantan
propagandis Ahmadiyah bersama Hartono Ahmad Jaiz, Farid Okbah da?i Al-
Irsyad, dan Abu Yazid pemuda Persis(Persatuan Islam) dari Bekasi Jawa
Barat masuk ke sarang Ahmadiyah di Parung saat ada upacara besar-
besaran mendatangkan Khalifah Ahmadiyah IV Thahir Ahmad dari London
itu, tiba-tiba seorang tua bekas teman Haryadi membentaknya, ?Bagaimana
kamu bisa masuk ke sini?!?

Ahmad Haryadi menjawab, ?Itu kan ada spanduk, Semua Dicintai, Tiada yang
Dibenci.?

?Tidak bisa! Dicintai itu kalau kamu cinta kami. Kamu kan tidak cinta kami!?

Ujar lelaki Ahmadiyah keras-keras.

Belum berlanjut perdebatan antara mantan dan aktivis Ahmadiyah itu tahu-
tahu Ahmad Haryadi dan kawan-kawan ditangkap oleh kepala keamanan
Ahmadiyahyang membawa 25 pemuda keamanan Ahmadiyah malam itu.

Slogan Semua Dicintai, Tiada yang Dibenci itu menurut Dr Hasan Audah,
pertama kali diucapkan oleh khalifah sebelum Thahir Ahmad.
Kata-kata itu adalah perkataan yang bertentangan dengan Islam. Karena
Islam bersikap Asyidaau ?alal kuffar ruhamaau bainahum (bersikap keras
terhadap orang-orang kafir dan saling berkasih sayang sesama Muslim).

Bohong dan bertentangan dengan Islam itulah inti ajaran Ahmadiyah.
Karenanabinya, Mirza Ghulam Ahmad, adalah seorang pembohong dan
pembuat ajaran yang bertentangan dengan Islam.

Pengakuan Palsu Bertahap

Mirza Ghulam Ahmad menyampaikan beberapa pengakuan palsu secara
bertahap.

Pertama, ia mengaku sebagai mujaddid (pembaru).

Kemudian ia mengaku sebagai nabi yang tidak membawa syari?at.

Kemudian ia mengaku sebagai nabi dan rasul membawa syari?at, menerima
wahyu seperti Al-Qur?an dan menerapkannya kepada dirinya.

Setelah itu ia mengikuti cara-cara kebatinan dan zindiq (kufur) dalam
ungkapan-ungkapannya. Ia mengikuti cara-cara Baha?i dalam mengaburkan
ucapannya.

Kemudian ia mulai meniru mu?jizat penutup para nabi, Nabi Muhammad saw.

Lalu menjadikan masjidnya sebagai Masjid Al-Aqsha, dan desanya sebagai
Makkah Al-Masih.

Ia jadikan Lahore sebagai Madinah, dan menara masjidnya diberi nama
menara Al-Masih.

Ia membangun pemakaman yang diberi nama pemakaman al-jannah, semua
yang dimakamkan di sana adalah ahli syurga. (Syaikh Muhammad Yusuf Al-
Banuri, ahli Hadits di Karachi Pakistan, dalam kata pengantar buku Manzhur
Ahmad Chinioti Pakistani, Keyakinan Al-Qadiani, LPPI, 2002, hal xxii).

Cukuplah jelas apa yang ditegaskan Nabi Muhammadsaw: ?Kiamat tidak akan
tiba sebelum dibangkikannyat para Dajjal pendusta yang jumlahnya hampir
tiga puluh orang. Setiap mereka mendakwakan bahwa dirinya adalah Rasul
Allah.? (HR Al-Bukhari dan Muslim).

Ahmadiyah Mengkafirkan Muslimin

Seorang Muslim yang tidak percaya akan da?wah pengakuan Ghulam Ahmad
sebagai ?nabi? dan ?rasul?, maka orang Muslim itu dikafirkan oleh Mirza
Ghulam Ahmad dengan aneka ucapannya dan ucapan pengikutnya. Bahkan
ucapan yang dinisbatkan kepada Allah swt dalam Kitab Tadzkirah Wahyu
Muqoddas, wahyu suci yang dianggap dari Allah kepada Mirza Ghulam
Ahmad:

1.Sayaquulul ?aduwwulasta mursalan. Musuh akan berkata, kamu bukanlah
(orang yang) diutus (oleh Allah). (Tadzkirah, halaman 402). Lalu perkataan
Mirza Ghulam Ahmad:
Seseorang yang tidak beriman kepadaku, ia tidak beriman kepada Allah dan
Rasul-Nya. (Haqiqat ul-Wahyi, hal. 163).

?Sikap orang yang sampai da?wahku kepadanya tapi ia tak mau beriman
kepadaku, maka ia kafir. (S.k. al-Fazal, 15 Januari 1935).

Basyiruddin, adik Mirza Ghulam Ahmad, berkisah: ?Di Lucknow, seseorang
menemuiku dan bertanya: ?Seperti tersiar di kalangan orang ramai, betulkah
anda mengafirkan kaum Muslimin yang tidak menganut agama Ahmadiyah??
Kujawab: ?Tak syak lagi, kami memang telah mengafirkan kalian!?
Mendengar jawabanku, orang tadi terkejut dan tercengang keheranan.?
(Anwar Khilafat, h. 92).

Ucapannya lagi: ?Barangsiapa mengingkari Ghulam Ahmad sebagai ?nabi?
dan ?rasul? Allah, sesungguhnya ia telah kufur kepada nash Quran. Kami
mengafirkan kaum Muslimin karena mereka membeda-bedakan para rasul,
mempercayai sebagian dan mengingkari sebagian lainnya. Jadi, mereka itu
kuffar!? (S.k. al-Fazal, 26 Juni 1922).

Katanya lagi: ?Setiap orang yang tidak beriman kepada Ghulam Ahmad,
maka dia kafir, keluar dari agama walaupun dia Muslim, walaupun ia sama
sekali belum mendengar nama Ghulam Ahmad?. (Ainah Shadaqat, h. 35).

Dan Basyir Ahmad meningkahi ucapan abang kandungnya: ??.. Setiap orang
yang beriman kepada Muhammad tapi tidak beriman kepada Ghulam Ahmad,
dia kafir, kafir, tak diragukan lagi kekafirannya?. (Review of Religions,No.

35; Vol. XIV, h. 110).

Lebih Berbahaya dari Bandar Narkoba

Mirza Ghulan Ahmad, selain mengaku nabi, di samping bohong, ia menulis
buku dan selebaran untuk mendukung Penjajah Inggris, dan menghapus jihad
sampai sebanyak 50 lemari.

Pantaslah kalau Rabithah Alam Islami (Liga Dunia Islam) yang berpusat di
Makkah tahun 1394 H menghukumi aliran Ahmadiyah itu kafir, bukan Islam,
dan tak boleh berhaji ke Makkah. Karena memang syarat-syarat sebagai
dajjal pendusta dalam diri Mirza pendiri Ahmadiyah ini telah nyata. Tinggal
penguasa di negeri-negeri Islam menghadapinya, dengan mencontoh Abu
Bakar ra yang telah mengerahkan 10.000 tentara untuk memerangi nabi
palsu, Musailamah Al-Kadzdzab, hingga tewas.

Karena nabi palsunya, Mirza Ghulam Ahmad, telah mati dengan dihinakan
oleh Allah Swt, maka penguasa kini tinggal melarang ajarannya,
membekukan asset-asset pendukungnya, dan membubarkan aktivitasnya.
Penguasa adalah pelindung, sebagaimana berkewajiban melindungi
masyarakat dari perusakan jasmani misalnya narkoba, perusakan mental
misalnya judi, maka perusakan aqidah, penodaan, dan pemalsuan yang
dilakukan Ahmadiyah mesti dihentikan, dilarang dan diberantas tuntas.

Membiarkannya, berarti membiarkan kriminalitas meruyak di masyarakat,
bahkan bisa diartikan mendukung rusaknya masyarakat. Padahal sudah ada
contohnya, negeri jiran, Malaysia telah melarang Ahmadiyah sejak 1975.
Sedang MUI (Majelis Ulama Indonesai) pun telah memfatwakan sesatnya
Ahmadiyah sejak 1980. Forum Ukhuwah Islamiyah terdiri dari sejumlah
Ormas Islam telah mengajukan suratke kejaksaan Agung untuk dilarangnya
aliran sesat Ahmadiyah, September 1994.Permohonan yang sama juga
dilakukan oleh LPPI pada tahun 1994. Larangan Ahmadiyah oleh beberapa
Kejaksaan Negeri (Subang 1976, Selong Lombok Timur 1983, Sungai Penuh
1989, dan Tarakan 1989) serta larangan Ahmadiyah oleh Kejaksaan Tinggi
Sumatera Utara 1984. Jaksa Agung masih menunggu apa lagi? (Abu Qori)

Monday, March 1, 2010

AMALAN DI DUNIA UNTUK AKHIRAT

Pada post kali ini , saya sendiri akan type tentang Dunia dan Akhirat ,
saya wakil saudara Islam yang lain , menyeru agar umat Islam bertaubatlah dan kembali
ke pangkal jalan , dunia ini hanya menunggu hari akhirnya , Sama-samalah kita memohon Syafaat Rasulullah S.A.W agar kita akan ditolong oleh baginda pada hari akhirat , percayalah kata saya , tiada siapa yang akan menahan perit azab Allah di padang masyar nanti , sesungguhnya Allah itu berhak menentukan ape yang akan jadi kepada umat manusia , kita sebagai Islam marilah sama-sama kembali ke pangkal jalan , cukuplah dosa , tiba masa untuk pahala , mohon lah maaf dari Allah , mohon lah keredhaanNya , kerana apa yang ada dan terjadi di dunia ini , adalah kehendak Allah S.W.T . Hati saya ini tersebak apabila menghayati maksud dan bacaan Al-quran yang indah sekali . Ingatlah , hidup di dunia hanya sekali , di akhirat adalah selama-lamanya , marilah kita kejarkan kenikmatan bukan hukuman di akhirat kelak , semoga Allah merahmati kita semua , Al-Fatihah ke atas junjungan besar kita Rasulullah S.A.W , keluarga baginda , para sahabat , dan para syuhada , semoga Allah meletakkan baginda di tempat yang tinggi dan golongan sahabat , syuhada , dan keluarganya di tempat orang yang beriman , Amin .

Saturday, February 27, 2010

Cahaya di kota Mekah pada 17 Rabi Ul Awwal .

Kelahiran Nabi Muhammad s.a.w. pada 12 Rabiulawal, Tahun Gajah di Mekah al-Mukarramah sebagai pembuka rahmat di pelosok alam semesta.

Kelahiran baginda menjadi seribu satu tanda bahawa baginda akan menjadi utusan terakhir dalam menyampaikan risalah Islam. Ia merupakan peristiwa utama dalam sejarah Islam.

Baginda mempunyai kelebihan luar biasa, bukan sahaja dilihat dalam konteks sebelum kelahirannya tetapi dalam konteks semasa dan selepas dilahirkan. Peristiwa luar biasa ini disebut sebagai Irhas.

Irhas bermaksud satu perkara luar biasa bagi manusia yang normal dan hanya diberikan kepada bakal nabi. Irhas dikategorikan kepada tiga:


1.Irhas yang dinyatakan di dalam kitab yang tidak boleh diubah atau dipinda.
2.Alamat-alamat kerasulan yang dibuktikan melalui perkhabaran daripada orang alim melalui ilham dan sebagainya.
3.Kejadian luar biasa yang berlaku semasa kelahiran Nabi Muhammad s.a.w.


Sehubungan itu, masih ramai masyarakat Islam yang sebenarnya tidak mengetahui peristiwa di sebalik kelahiran baginda. Ini kerana masih banyak lagi rahsia yang belum tersingkap.

Oleh itu penulis terpanggil untuk menyingkap kembali peristiwa di sebalik kelahiran baginda Junjungan Besar s.a.w.

Sebenarnya banyak keajaiban yang berlaku sebelum kelahiran Nabi Muhammad s.a.w.

Pertama, semasa Rasulullah s.a.w. berada di dalam kandungan bondanya, Aminah, beliau tidak merasa susah sebagaimana dialami oleh ibu-ibu yang hamil.

Kehamilannya disedari melalui perkhabaran malaikat yang datang kepadanya ketika beliau sedang tidur. Malaikat mengatakan bahawa beliau telah mengandungkan seorang Nabi dan Penghulu kepada seluruh umat manusia.

Selain itu kehamilannya ditandai dengan haidnya terputus dan berpindahnya cahaya daripada wajah Abdullah ke wajahnya.

Kedua, ketika Nur Muhammad masuk ke dalam rahim Aminah, Allah memerintahkan malaikat supaya membukakan pintu syurga Firdaus dan memberitahu semua penghuni langit dan bumi.

Tanah-tanah di persekitaran kawasan tersebut yang kering menjadi subur, pohon-pohon kayu rimbun dan berbuah lebat. Begitu juga haiwan-haiwan di darat dan di laut sibuk membincangkannya.

Ketiga, peperangan tentera bergajah yang disebut di dalam al-Quran surah al-Fil, datang menyerang kota Mekah. Ia diketuai oleh tentera bergajah dengan menunggang seekor gajah besar bernama Mahmudi.

Apabila mereka hampir sampai ke tempat tersebut, gajah-gajah itu berhenti dan berundur dengan izin Allah.

Namun demikian, sekumpulan burung Ababil datang menyerang dan menghancurkan mereka sebagaimana yang disebut di dalam al-Quran. Peristiwa ini amat menakjubkan dan diriwayatkan dalam kitab-kitab sejarah.

Keempat, Aminah turut mengalami mimpi yang menakjubkan. Beliau menadah tangan ke langit dan melihat sendiri malaikat turun dari langit. Ia diumpamakan kapas putih yang terapung di angkasa.

Kemudian malaikat tersebut berdiri di hadapannya. Ia berkata ``Khabar bahagia untuk saudara, wahai ibu daripada seorang nabi. Putera saudara itu menjadi penolong dan pembebas manusia. Namakan dia Ahmad.''

Semasa kelahiran Nabi Muhammad s.a.w., Aminah ditemani Asiah dan Maryam. Dalam hal ini ia merupakan satu isyarat bahawa Nabi Muhammad lebih tinggi darjatnya daripada Nabi Isa dan Musa.

Keadaan ini diterangkan dalam kitab Taurat dan Injil bahawa akan datang seorang nabi pada akhir zaman.

Semasa baginda dilahirkan, bondanya menyaksikan nur atau cahaya keluar dari tubuh badan baginda. Cahaya tersebut menyinari sehingga ke Istana Busra di Syria.

Ia dilihat seolah-olah seperti anak panah bagaikan pelangi sehingga dari jauh kota-kota tersebut dapat dilihat.

Ada juga yang berpendapat bahawa cahaya itu datang dan menerangi seluruh dunia. Ini dapat dijelaskan oleh sumber-sumber Arab yang paling awal yang menyatakan bahawa suatu cahaya terpancar dari rahim Aminah apabila baginda dilahirkan.

Aminah sendiri melihat baginda dalam keadaan terbaring dengan kedua tangannya mengangkat ke langit seperti seorang yang sedang berdoa.

Kemudian bondanya melihat awan turun menyelimuti dirinya sehingga beliau mendengar sebuah seruan ``Pimpinlah dia mengelilingi bumi Timur dan Barat, supaya mereka tahu dan dialah yang akan menghapuskan segala perkara syirik''.

Selepas itu awan tersebut lenyap daripada pandangan Aminah. Setengah riwayat menyatakan nabi dilahirkan dalam keadaan memandang ke arah langit sambil meletakkan tangannya ke tanah sebagai tanda ketinggian martabatnya daripada semua makhluk.

Dikatakan juga pada malam kelahiran baginda, berhala-berhala yang terdapat di situ mengalami kerosakan dan kemusnahan.

Menurut riwayat daripada Abdul Mutalib, ``Ketika aku sedang berada di Kaabah, tiba-tiba berhala jatuh dari tempatnya dan sujud kepada Allah. Lalu aku mendengar suara dari dinding Kaabah berkata, ``telah lahir nabi pilihan yang akan membinasakan orang kafir dan mensucikanku daripada berhala-berhala ini dan akan memerintahkan penyembahan Yang Maha Mengetahui.''

Selain itu di tempat yang lain pula satu goncangan berlaku di mahligai Kisra dan menyebabkan mahligai tersebut retak, manakala empat belas tiang serinya runtuh. Keadaan ini merupakan di antara tanda -tanda keruntuhan kerajaan tersebut.

Namun, api di negara Parsi yang tidak pernah padam hampir selama seribu tahun telah padam dengan sendirinya. Api tersebut merupakan api sembahan orang-orang Majusi yang dianggap sebagai tuhan. Peristiwa itu amat mengejutkan orang Parsi.

Dalam waktu yang sama, pada malam kelahiran baginda, Tasik Sava yang dianggap suci tenggelam ke dalam tanah.

Setelah baginda lahir, tembakan bintang menjadi kerap sebagai tanda bahawa pengetahuan syaitan dan jin mengenai perkara ghaib sudah tamat.

Dalam riwayat yang sahih dan masyhur, ketika baginda diasuh oleh ibu susunya iaitu Halimatus Sa'diah, ladang-ladang Halimah kembali menghijau setelah mengalami kemarau.

Begitu juga binatang ternakan seperti kambing mengeluarkan susu yang banyak. Selain itu, Nabi tidak pernah diganggu walaupun oleh seekor lalat termasuk juga pakaian baginda.

Halimah dan suaminya juga beberapa kali melihat tompokan awan kecil di atas kepala melindungi baginda daripada panas matahari.

Ketika berusia empat tahun, sedang baginda bermain-main dengan saudara susuannya, tiba-tiba datang malaikat mendekati baginda iaitu malaikat Jibril dan Mikail.

Lalu membelah dada baginda dan mengeluarkan segumpal darah dan mencuci gumpalan darah itu dengan salji. Ada yang meriwayatkan bahawa gumpalan darah itu dicuci di dalam bejana emas dengan air zam-zam, lalu diletakkan semula di tempatnya.

hal ini jelas diterangkan dalam surah Insyirah ayat 1 : Bukankah Kami telah melapangkan dadamu (wahai Muhammad)?

Berdasarkan peristiwa tersebut jelaslah kelahiran Nabi Muhammad s.a.w. mempunyai keistimewaan tersendiri. Ini kerana baginda adalah khatamun nubuwwah, penutup segala nabi.

Perkara -perkara luar biasa ini telah membuktikan kepada kita kemuliaan baginda di sisi Allah, sekali gus sebagai bukti kerasulannya.

Di samping itu, bukti -bukti tersebut juga dijelaskan di dalam kitab kitab terdahulu seperti kitab Taurat, Zabur dan Injil sebagai rasul yang terakhir.